Rabu, 02 Maret 2011

EKSKRESI (URINE)

Ekskresi
A. Tujuan
1. Uji Sifat Kimiawi Urin
-Untuk menentukan kandungan kimiawi urin
2. Glukosa Dalam Urin
-Untuk memeriksa asa tidaknya glukosa dalam urine
3. Amonia Dalam Urine
- Untuk mengenal bau ammonia dari hasil penguraian urea dalam urin.

B. Landasan Teori
1. Urin
Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Namun, ada juga beberapa spesies yang menggunakan urin sebagai sarana komunikasi olfaktori. Urin disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra.



2. Komposisi
Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisial. Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh. Materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. Urea yang dikandung oleh urin dapat menjadi sumber nitrogen yang baik untuk tumbuhan dan dapat digunakan untuk mempercepat pembentukan kompos. Diabetes adalah suatu penyakit yang dapat dideteksi melalui urin. Urin seorang penderita diabetes akan mengandung gula yang tidak akan ditemukan dalam urin orang yang sehat.
Urine itu kan dinamai seperti itu karena komposisi utamanya adalah urea, CO(NH2)2. Pemanasan larutan urea tujuannya untuk mempercepat hidrolisis urea.
Pada suhu kamar, urea juga dapat terhidrolisis tapi lambat. Jadi kamar mandi butuh beberapa waktu tidak disiram dulu baru berbau amonia.
CO(NH2)2(aq) + H2O(l) -> CO2(g) + 2NH3(g)
Hidrolisis artinya penguraian oleh air. Pada kebanyakan reaksi, air juga ikut bereaksi. Pemanasan hanya mempercepat reaksi di atas. Urin yang tidak dipanaskan juga urea bisa terurai sendiri menjadi amonia yang berbau pesing.

3. Fungsi
Fungsi utama urin adalah untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh. Anggapan umum menganggap urin sebagai zat yang "kotor". Hal ini berkaitan dengan kemungkinan urin tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing yang terinfeksi, sehingga urinnya pun akan mengandung bakteri. Namun jika urin berasal dari ginjal dan saluran kencing yang sehat, secara medis urin sebenarnya cukup steril dan hampir bau yang dihasilkan berasal dari urea. Sehingga bisa diakatakan bahwa urin itu merupakan zat yang steril
Urin dapat menjadi penunjuk dehidrasi. Orang yang tidak menderita dehidrasi akan mengeluarkan urin yang bening seperti air. Penderita dehidrasi akan mengeluarkan urin berwarna kuning pekat atau cokelat.
Terapi urin Amaroli adalah salah satu usaha pengobatan tradisional India, Ayurveda.

4. Kegunaan lain
Dukun Aztec menggunakan urin untuk membasuh luka luar sebagai pencegah infeksi dan diminum untuk meredakan sakit lambung dan usus. Bangsa Romawi Kuno menggunakan urin sebagai pemutih pakaian. Di Siberia, orang Kroyak meminum urin orang yang telah mengkonsumsi fly agaric (sejenis jamur beracun yang menyebabkan halusinasi bahkan kematian) atau sejenisnya untuk berkomunikasi dengan roh halus. Dahulu di Jepang, urin dijual untuk dibuat menjadi pupuk. Penggunaan urin sebagai obat telah dilakukan oleh banyak orang, diantara mereka adalah Mohandas Gandhi, Jim Morrison, dan Steve McQueen.

5. Sejarah
Warna kuning keemasan dalam urin pernah dianggap berasal dari emas. Para ahli kimia menghabiskan banyak waktu untuk mengekstrak emas dari urin yang akhirnya justru menghasilkan white phosporous, yang ditemukan oleh ahli kimia Jerman, Hennig Brand di tahun 1669 ketika ia sedang mendistilasi urin yang difermentasikan. Pada tahun 1773, ahli kimia Perancis, Hilaire Rouelle, menemukan urea ketika ia mendidihkan urin hingga kering.

C. Alat Dan Bahan
1. Lima buah tabung reaksi dan rak tabung reaksi
2. Pipet tetes
3. Lampu Spritus
4. Pegangan tabung reaksi
5. Kertas saring 6. Reagen Benedict
7. Air mendidih
8. Larutan gula konsentrasi 10%
9. Asam asetat 6%
10. Putih Telur
11. Gelas Ukur

D. Prosedur Kerja
1. Kegiatan 1 Uji Sifat Kimiawi Urin
a. Siapkan 5 tabung reaksi beri nomor 1 sampai dengan 5
b. Isi tabung 1 dengan larutan glukosa 10% setetes, tabung 3 dengan putih telur, tabung 2 isi dengan 1 ml, tabung 4 dengan 2/3 urine dari volume tabung dan tabung 5 dengan 5ml urine.
c. Pada tabung 1 dan 2 selanjutnya diberi masing-masing 5 tetes reagen benedict. Selanjutnya kedua tabung dimasukan ke dalam air mendidih selama sekita 5 menit, bersama tabung 3.
d. Amatilah perubahan yang terjadi mengennai warnanya, bandingkan warna tabung 1 dan 2.

2. Kegiatan 2 Uji Sifat Kimiawi Urin
a. Panasi permukaan tabung 4 selama 30 detik di atas lampu spritus melalui bantuan pemegang tabung reaksi
b. Amatilah perubahan warna yang terjadi. Jika keruh kemungkinan ada 3 penyebab yaitu adanya protein, kalsium fosfat atau kalsium karbonat.
c. Selanjtnya tetskan sebanyak 3-5 tetes asam asteat 6%. Amatilah perubahan yang terjadi mengenai kekeruhannya.

3. Kegiatan 3 Glukosa Dalam Urin
a. Didihkan 5 ml larutan Benedict dalam tabung reaksi
b. Tambahkan 8 tetes ke dalam larutan tadi dan panaskan lagi selama 1-2 menit, kemudian biarkan dingin.
c. Amatilah adanya perubahan warna (endapan) yang terjadi, bila :
1. Hijau : Kadar glukosa 1 %
2. Merah : Kadar glukosa 1,5%
3. Oranye : Kadar glukosa 2%
4. Kuning : kadar glukosa 5%

4. Kegiatan 4 Amonia Dalam Urine
a. Masukan 1 ml urine ke dalam tabung reaksi
b. Panaskan dengan lampu spritus
c. Ciumlah bagaiman baunya.





E. Hasil Pengamtan
1. Kegiatan 1 Uji Sifat Kimiawi Urin
No. Tabung Sebelum ditetesi Benedict Setelah Ditetesi Setelah Dipanaskan
1 Glukosa 10% Bening Biru Merah Bata
2 Urine 1 ml Kuning Pucat Biru Coklat tua
3 Putih Telus Bening Tidak ditetesi Putih susu dan menggumpal

2. Kegiatan 2 Uji Sifat Kimiawi Urin
No Tabung Sebelum Dipanaskan Setelah Dipanaskan Setelah Ditetesi Benedict
1 Tabung 4 (urine sebanayak 2/3 dari volume tabung) Warna Kuning Pucat Ada butiran-butiran halus yang terkandug dalam urine dan agak keruh Keadaan sama seperti dpanak an. Terdapat butiran halus dalam urine.

3. Kegiatan 3 Glukosa Dalam Urin
No. Tabung Sebelum Dipanaskan Setelah Dipanaskan Keterangan
1 5 ml benedict yang ditetesi 8 tetes urine Biru muda Biru Tua Kadar glukosa kurang dari 1% (0,3%)

4. Kegiatan 4 Amonia Dalam Urine
No Tabung Sebelum Dipanaskan Setelah Dipanaskan
1 1 ml urine Tidak terlalu bau dan berwarna kuning pucat Berbau pesing



______________________________________miss____________________________________




5. Pembahasan
Praktikum ekskresi ini menggunakan bahan yaitu urin. Pada praktikum ini dilakukan pengujian berbagai macam zat yang terkandung pada urine seperti kandungan glukosa, protein dan ammonia. Pada kegiatan 1 yaitu uji sifat kimiawi terdapat tiga tabung yang dibandingkan dan direbus bersamaan selama 5 menit. Masing-masing tabung berisi putih telur, urine yang telah ditetesi benedict dan glukosa 10% yang telah ditetesi benedict. Tabung yang berisi telur sebelum direbus berwarna bening dan sesudah direbu menjadi menggumpal serta berwarna putih susu. Hal ini menjelaskan, jika pada urine terdapat kandungan protein maka tabung yang berisi urin yang direbus atau dipanaskan akan memiliki kumpalan putih susu seperti telur rebus. Pada glukosa 10% warna yang berubah dari biru menjadi merah bata dan urine yang ditetesi benedict juga berubah dari biru menjadi coklat
Untuk kegiatan 2, urine dipanaskan dan diberikan tetesan larutan asam asetat 6% untuk melihat kandungan yang terdapat pada urin apakah terdapat protein, kalsium fosfat, dan kalsium karbonat. Ketika dipanaskan, tampak terlihat butiran-butiran halus sehingga membuat urin terlihat sedikit keruh dan begitu juga setelah diteteskan benedict.
Sedangkan untuk kegiatan 3 merupakan uji kandung glukosa yang terdapat pada urine. Hasil yang didapat pada kegiatan 3, setelah larutan benedict dengan 8 tetesen urine ini menghasilkan warna biru yang tetap tetapi agak lebih tua. Dari uji coba ini kandungan glukosa kurang dari 1% yaitu glukosanya hanya 0,3%. Bila urine terlalu banyak mengandung glukosa maka akan terkena diabetes.
Pada kegiatan 4 yaitu uji ammonia, urine 1 ml dipanaskan. Tujuan dari pemanasan ini adalah mempercepat proses hidrolisis sehingga urine tersebut akan mengeluarkan bau pesing atau bau ammonia.

6. Kesimpulan
Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh.
Urine pada percobaan di atas memiliki kandungan glukosa kurang dari 1% yaitu 0,3% (Warna Biru Tua) dan ketika urin dipanaskan terdapat butiran halus dan sedikit mengkeruh. Serta terjadi hidrolisis pada urine yang dapat menyebabkan bau pesing atau bau ammonia.

7. Daftar Pustaka
Anonim. 2009. Kenapa Urine Harus Dipansakan (Akses : http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090217014843AAFDMoz 9/12/2010))

Anonim. 2010. Urin (Akses : http://id.wikipedia.org/wiki/Urin 9/12/2010))

Slamet, Adeng dan M.Tibrani. 2010. Penuntun Praktikum Fisiologi Hewan. Indralaya ; UNSRI,

0 komentar:

Poskan Komentar